Minggu, 09 Agustus 2009

LAPORAN WAWANCARA

1. Rencana / Pedoman Wawancara
A. Tema Wawancara
“Proses Penyaluran Hewan Kurban di Ponpes Riyadlus Sholihin”
B. Tujuan Wawancara
1. Untuk mengetahui latar belakang pengadaan penyembelihan hewan kurban di Ponpes Riyadlus Sholihin
2. Untuk mengetahui dari mana sumber dana atau hewan kurban yang akan digunakan untuk kurban itu diperoleh
3. Untuk mengetahui bagaimana proses penyaluran hewan kurban yang dilaksanakan oleh panitia penyelenggara Ponpes Riyadlus Sholihin
C. Interviewer & Interviewee
o Interviewer: Bina Lestari & Lukman Firdaus
o Interviewee: Ali Imron
D. Daftar Pertanyaan
1. Apa alasan Ponpes Riyadlus Sholihin membentuk panitia dan mengadakan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban ini?
2. Dari mana hewan kurban ataupun sumber dana untuk pembelian hewan kurban ini anda peroleh?
3. Kepada siapa hewan kurban tersebut akan disalurkan?
4. Apakah menurut anda proses penyaluran yang anda lakukan sudah sesuai dengan prosedur ajaran dalam Islam?
5. Apakah acara ini akan tetap berlanjut di masa-masa yang akan datang?

2. Laporan Wawancara
A. Tanggal dan Tempat Wawancara
Acara ini kami lakukan pada hari kamis tanggal 20 Desember 2007 yang bertempat di Lingkungan Ponpes Riyadlus Solihin yang beralamat di Desa Ketapang Tanggulangin RT.03 / RW.01 Sidoarjo. Wawancara kami ini kami laksanakan sekitar pukul 08.00 WIB – 08.40 WIB.
B. Data Diri Interviewee
Wawancara ini kami ajukan kepada salah seorang santri pondok pesantren Riyadlus Sholihin yang kebetulan menjabat sebagai ketua panitia penyelenggara idhul adha 1428 H yaitu:
Nama : Ali Imron
Asal : JL. Doho RT.02 RW.01 Ketapang Tanggulangin kab. Sidoarjo
Jabatan : Ketua Panitia Idhul Adha 1428 H
C. Data Verbatin
Lukman : Assalamualaikum mas, benar mas nya ketua panitia idhul adha ini?
Ali Imron : Wa’alaikum salam, benar.
Lukman : Boleh minta waktu sebentar mas?
Ali Imron : Tentu saja.
Lukman : Gini mas, kami dari Institut Agama Islam Surabaya ingin mengadakan wawancara dengan mas untuk kegiatan yang sedang mas selenggarakan.
Ali Imron : Oh ya, mari kita duduk dulu. Kita ngobrol di dalam saja biar lebih nyaman.
Lukman & Bina : Terima kasih mas.
Lukman : Sebelumnya, nama mas siapa?
Ali Imron : Nama saya Ali Imron yang kebetulan santriwan asal desa sini sendiri.
Bina : Alamat Mas?
Ali Imron : Saya tinggal di RT sebelah mbak, RT 2
Bina : Sejak kapan mas ponpes ini menyelenggarakan kegiatan penyaluran hewan kurban kaya gini?
Ali Imron : Alhamdulillah sudah 3 tahun ini mbak.
Lukman : Latar belakang kegiatan ini apa sih mas?
Ali Imron : Ini merupakan salah satu program kerja yang kami susun sejak berdirinya pondok pesantren kami mas, di samping itu juga sebagai pembelajaran bagi santriwan dan santriwati di sini agar tau bagaimana cara menyalurkan penyembelihan hewan kurban. Nggak hanya itu mas, kami juga biasanya menyalurkan pembagian zakat fitrah juga di bulan ramadhan.
Bina : Sumber dana untuk pembelian hewan gimana mas?
Ali Imron : Alhamdulillah kami mendapatkan hewan-hewan kurban itu dari sebuah lembaga kemilitiren di Surabaya, dan juga dari wali santri yang kebetulan juga memasrahkan kurbannya kepada kami.
Lukman : Berapa ekor hewan yang diperoleh pada tahun ini mas?
Ali Imron : Nggak seperti biasanya. Biasanya kami mendapat banyak dari Banpur Marinir Surabaya, Lantamal V Surabay, juga Balur Jaltim. Tapi tahun ini kami hanya mendapatkan 6 ekor kambing. 2 ekor dari Banpur, dan 4 ekor lagi dari wali santri. Kami terlambat memasukkan proposalnya mas jadinya ya gini.
Bina : Kepada siapa hewan kurban ini akan disalurkan nantinya mas?
Ali Imron : Karena kita dapatnya sedikit, jadi tahun ini penyaluran hewan kurban ini kami fokuskan hanya untuk anak-anak yatim yang yang sudah kami data yang ada di desa ini.
Lukman : Apakah menurut anda proses penyaluran yang telah anda lakukan sudah sesuai dengan prosedur ajaran dalam Islam?
Ali Imron : Saya kira sudah, kami melakukan semua ini juga masih dalam bimbingan pak kyai kok mas.
Bina : Pertanyaan terakhir mas. Apakah program ini akan tetap berlanjut untuk tahun-tahun ke depannya?
Ali Imron : Insya Allah, doakan juga aja ya mbak, mas.
Lukman : Iya, Insya Allah. Terima kasih atas waktu dan kesempatannya ya mas, mohon maaf kalau kita mengganggu. Kami mohon pamit dulu, semoga acaranya bisa berhasil dan sukses.
Ali Imron : Amin..
D. Kesan Tentang Interviewee
1. Sikap dan sifat interviewee saat wawancara:
Interviewee terlihat tegas dan berwibawa dalam menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dari kami.
2. Pengaruh kehadiran orang ketiga:
Tidak ada kehadiran orang ketiga ketika wawancara berlangsung karena semua santriwan dan santriwati sedang ada di halaman pondok pesantren sedangkan proses wawancara berlangsung di dalam ruang pondok.
3. Pertanyaan yang sukar dijawab:
Ada satu pertanyaan yang mungkin agak sulit dijawab oleh interviewee yaitu ketika kami menanyakan “apakah menurut anda proses penyaluran yang telah anda lakukan sudah sesuai dengan prosedur ajaran dalam Islam?”. Hal ini ditandai dengan agak lamanya interviewee berpikir untuk menjawab pertanyaan tersebut.
4. Pertanyaan yang sukar disampaikan:
Tidak ada pertanyaan yang sukar untuk kami sampaikan, semua pertanyaan dapat kami sampaikan dengan baik.
5. Pertanyaan yang jawabannya tidak meyakinkan:
Ada juga satu pertanyaan yang jawabannya tidak menyakinkan dari interviewee yaitu ketika kita menanyakan “Apakah program ini akan tetap berlanjut untuk tahun-tahun ke depannya?”. Interviewee tidak memberikan jawaban yang agak pesimis. Hal ini mungkin juga diakibatkan dekatnya letak ponpes tersebut dengan area bencana Lumpur Lapindo di Porong.

3. Kesimpulan
A. Kesulitan saat wawancara:
Salah satu kesulitan yang kita alami saat wawancara adalah ketika menyampaikan pertanyaan. Hal ini dikarenakan interviewernya yang berjumlah dua orang. Jadi kadang-kadang kita menanyakan pertanyaan sama yang telah kami persiapkan secara bersamaan.
B. Cara mengatasi:
Ada baiknya, jika jumlah interviewer dua orang atau lebih maka persiapkan baik-baik semua pertanyaan yang sudah dikonsep, bagi untuk dua sama rata pertanyaan yang akan diajukan beserta giliran waktu untuk menyampaikan pertanyaan tersebut.
C. Kemudahan dari wawancara:
Melalui wawancara ini kita dapat memperoleh keterangan yang jelas dan juga lengkap secara langsung dari sumber yang terpercaya.
D. Cara memaksimalkan kemudahan yang diperoleh:
Untuk memaksimalkan salah satu kelebihan wawancara tersebut maka buatlah pertanyaan-pertanyaan sedetail tentang semua hal yang ingin ketahui, namun perlu diingat juga, pertanyaan-pertanyaan itu harus jelas dan mudah dimengerti agar interviewee mudah memahami.
Disamping itu disarankan agar kita mencari sumber keterangan (interviewee) yang benar-benar mengerti akan hal yang ingin kita ketahui agar jawaban-jawaban yang kita peroleh dapat dipercaya.

ads

Ditulis Oleh : Lukman Psikologi Hari: 11.34 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar