Minggu, 11 Oktober 2009

SELF ACCEPTANCE

A. PENGERTIAN SELF ACCEPTANCE
Menurut Hurlock (dalam Rina Oktaviana) penerimaan diri (self acceptance) adalah suatu tingkat kemampuan dan keinginan individu untuk hidup dengan segala karakteristik dirinya. Individu yang dapat menerima dirinya diartikan sebagai individu yang tidak bermasalah dengan dirinya dirinya sendiri.
Calhoun dan Acocella menambahkan bahwa individu yang bisa menerima diri secara baik tidak memiliki beban perasaan terhadap diri sendiri, sehingga lebih banyak memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Kesempatan itu membuat individu mampu melihat peluang-peluang berharga yang memungkinkan diri berkembang.
Di sisi lain Muryantinah, dkk. juga mengungkapkan bahwa penerimaan diri adalah sejauhmana seseorang dapat menyadari dan mengakui karakteristik pribadi dan menggunakannya dalam menjalani kelangsungan hidupnya. Sikap penerimaan diri ditunjukkan oleh pengakuan seseorang terhadap kelebihan-kelebihannya sekaligus menerima kelemahan-kelemahannya tanpa menyalahkan orang lain dan mempunyai keinginan yang terus menerus untuk mengembangkan diri.
Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa penerimaan diri (self acceptance) adalah kemampuan individu dalam menyadari dan mengakui karakteristik dirinya dalam menjalani hidup tanpa memiliki beban perasaan terhadap diri sendiri.
Jersild (dikutip dalam Umi Hanifah) menjelaskan secara lebih detail bahwa seseorang yang menerima dirinya adalah “ … menghargai dirinya sendiri dan hidup nyaman dengan dirinya sendiri, ia mampu mengenali keinginan, harapan, ketakutan, dan kemarahannya sendiri, menerima kecenderungan emosionalnya bukan dalam bentuk persetujuan diri yang membabi buta melainkan ia memiliki kebebasan untuk menyadari sifat perasaannya, ia lebih bebas untuk membuat keputusan dan bertanggung jawab atas keputusannya sendiri.” Dari sikap penerimaan diri ini individu akan menyukai dirinya sendiri dan merasa bahwa orang lain juga bisa menyukainya. Penilaian dirinya positif dan stabil, tidak mudah goyah oleh pujian maupun kritikan orang lain.

B. Aspek-aspek
Adapun aspek-aspek penerimaan diri adalah:
a. Mempunyai keyakinan akan kemampuan dalam menghadapi kehidupan
b. Sikap dan perilakunya lebih berdasarkan nilai-nilai dan standar yang ada pada dirinya daripada yang didasari oleh tekanan-tekanan dari luar dirinya
c. Menganggap dirinya berharga sebagai manusia yang sederajat dengan orang lain
d. Berani memikul tanggung jawab terhadap perilakunya
e. Menerima pujian dan celaan secara obyektif
f. Tidak menyalahkan dirinya akan keterbatasan yang dimiliki ataupun mengingkari kelebihannya
g. Tidak merasa ditolak orang lain, tidak pemalu, serta menganggap dirinya berbada dengan orang lain
Sementara itu Jersild (dikutip oleh Umi Hanifah) mengatakan bahwa individu yang menerima dirinya mempunyai ciri sebagai berikut:

1. Mempunyai penilaian realistik tentang kemampuan dirinya
2. Penghargaan tentang kelebihannya
3. Percaya pada diri sendiri tanpa diperbudak oleh pendapat orang lain, dan
4. Ukuran keterbatasan yang realistik tanpa rasa malu yang irrasional.
Di sisi lain Hurlock mengemukakan ada beberapa kondisi yang mempengaruhi pembentukan penerimaan diri seseorang. Kondisi tersebut adalah: (1) Pemahaman diri, (2) Harapan yang realistis, (3) Bebas dari hambatan sosial, (4) Perilaku sosial yang menyenangkan, (5) Konsep diri yang stabil, dan (6) adanya kondisi emosi yang menyenangkan.
C. Definisi Operasional
Penerimaan diri (self acceptance) adalah kemampuan individu dalam menyadari dan mengakui karakteristik dirinya dalam menjalani hidup tanpa memiliki beban perasaan terhadap diri sendiri.
D. Indikator
Dari penjelasan di atas dapat diketahui adanya beberapa indikator sebagaimana diungkap oleh Muryantinah:
5. Mempunyai keyakinan akan kemampuan dalam menghadapi kehidupan
6. Sikap dan perilakunya lebih berdasarkan nilai-nilai dan standar yang ada pada dirinya daripada yang didasari oleh tekanan-tekanan dari luar dirinya
7. Menganggap dirinya berharga sebagai manusia yang sederajat dengan orang lain
8. Berani memikul tanggung jawab terhadap perilakunya
9. Menerima pujian dan celaan secara obyektif
10. Tidak menyalahkan dirinya akan keterbatasan yang dimiliki ataupun mengingkari kelebihannya
11. Tidak merasa ditolak orang lain, tidak pemalu, serta menganggap dirinya berbada dengan orang lain.


Daftar Pustaka:

Muryantinah Mulyo Handayani, dkk. Efektivitas Pelatihan Pengenalan Diri Terhadap Peningkatan Penerimaan Diri dan Harga Diri, Jurnal Psikologi (Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 1998), No.2

Rina Oktaviana, Hubungan Antara Penerimaan Diri Terhadap Ciri-ciri Perkembangan Sekunder Dengan konsep Diri Pada Remaja Puteri SLTPN 10 Yogyakarta, Jurnal Psyche (Palembang: Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma)

Umi Hanifah, Bimbingan dan Penyuluhan Agama dengan terapi Realitas dalam Proses Penerimaan Diri Menuju Pematangan Emosi Pada Mahasiswa Fak. Ekonomi Ubhara Thn 1999. Skripsi (Surabaya: Jurusan BPI Fak. Dakwah IAIN Sunan Ampel, 2001)

ads

Ditulis Oleh : Lukman Psikologi Hari: 10.46 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar