Rabu, 10 Maret 2010

TEORI MEDAN (KURT LEWIN)

BAB I
PENDAHULUAN

Kurt lewin lahir pada tanggal 9 September, 1890 di suatu desa kecil di Prusia, daerah Posen. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, keluarganya memiliki dan mengelola suatu took serba ada. Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin kemudian ia masuk Universitas Freiburg dengan maksud belajar ilmu kedokteran, tetapi ia segera melepaskan idenya ini, dan setelah satu semester belajar di Universitas Munich, ia kembali ke Berlin pada tahun 1910 untuk belajar psikologi pada Universitas Berlin. Setelah meraih gelar doctor pada tahun 1914, Lewin bertugas di ketentaraan Jerman selama 4 tahun sebagai prajurit infantry, yang naik pangkat dari prajurit biasa menjadi letnan. Pada akhir perang, ia kembali ke Universitas Berlin sebagai instruktur dan asisten penelitian pada Lembaga Psikologi. Max Wertheimer dan Wolfgang Kohler, dua dari tiga pendiri psikologi Gestalt, pada waktu itu ada juga di Universitas Berlin. Pada Tahun 1926, Lewin diangkat menjadi profesor. Ketika berada di Universitas Berlin, Lewin dan para mahasiswanya menerbitkan serangkaian makalah eksperimental dan teoritis yang gemilang.
Max Wertheimer, Wolfgang Kohler, Kurt Koffka, dan ahli psikologi lainnya mengadopsi konsep pengaruh medan dalam ilmu fisika dan kimia ke dalam psikologi Gestalt. Sedangkan adopsi teori medan dalam psikologi kepribadian dilakukan oleh Kurt Lewin yang memakai asumsi gestalt:
1. Dasar pemahaman psikologi bukan elemen (gambaran rincian jiwa) tetapi saling hubungan, pola atau konfigurasi. Elemen digambarkan untuk memahami saling hubungannya, bukan ujud dan ukurannya.
2. Beberapa saling hubungan menjadi dasar dari saling hubungan yang lain, sehingga dapat dideskripsikan kecenderungan kepribadian bergerak menuju kesatuan gestalt.
3. Psikologi seharusnya difahami dalam bentuk teori medan (field theory), di mana “field” adalah system pengaturan diri yang ditentukan oleh saling hubungan antar bagian-bagian dari unsur yang mendukung system itu.




BAB II
PEMBAHASAN

A. SRUTUR KEPRIBADIAN
Lewin menggambarkan manusia sebagai pribadi yang berada dalam lingkungan psikologis, dengan ruang hidup yang disebut topologi. Fokusnya adalah saling hubungan antara segala sesuatu di dalam jiwa manusia, hubungan antara bagian dengan bagian dan antara bagian dengan keseluruhan.


 Ruang Hidup
Adalah keseluruhan kumpulan fakta yang ada pada suatu saat, yang mempengaruhi/menentukan tingkah laku. Mencakup persepsi orang tentang dirinya sendiri dalam lingkungan fisik dan sosialnya saat itu, keinginan, kemauan, tujuan-tujuan, ingatan tentang masa lalu, imajinasinya mengenai masa depan, perasaan-perasaannya, dan sebagainya. Jadi ruang hidup merupakan gabungan antara daerah pribadi dan daerah lingkungan psikologis.
 Daerah Pribadi
Adalah kesatuan yang terpisah dari hal lain di dunia tetapi tetap menjadi bagian dari dunia. Daerah pribadi terdiri dari dua bagian besar, daerah persepsi-motorik dan daerah pribadi-dalam:
1. Daerah persepsi motorik: menjadi daerah yang menghubungkan pribadi-dalam dengan lingkungan psikologis. Pribadi-dalam mempengaruhi tingkahlaku melalui fungsi motorik, sebaliknya lingkungan psikologis mempengaruhi pribadi-dalam melalui persepsi.
2. Daerah pribadi-dalam: berisi aspek-aspek motivasional. Aspek-aspek motivasional di dalam pribadi dalam, digambarkan dalam pecahan-pecahan daerah, disebut sel.
3. Sel: Jumlah dan posisinya setiap saat bias berubah-ubah tergantung kepada tujuan,keinginan, kebutuhan dan motivasi yang muncul pada saat itu.
 Daerah lingkungan Psikologis
Seperti daerah pribadi-dalam, daerah lingkungan psikologis dibagi-bagi dalam pecahan-pecahan, disebut region.
1. Region: semua stimulus yang ditangkap oleh persepsi dan kemudian mempengaruhi atau menjadi bagian yang menyibukkan fungsi kognitif manusia.
2. Bondaris: semua batas antar sel, antar region atau antar daerah lingkungan psikologis dengan daerah persepsi-motorik dan antara daerah persepsi motorik dengan daerah pribadi dalam. Bondaris ini dapat bersifat permeable artinya dua daerah yang dibatasi garis itu saling mempengaruhi, dan tak-permeabel yaitu sifat yang saling independent atau tidak saling mempengaruhi.
 Lingkungan Non-Psikologis
Yaitu apa saja yang ada tetapi tidak menjadi stimulus bagi diri seseorang, bias berupa benda/obyek, fakta-fakta atau situasi sosial. Disebut juga daerah kulit asing.

B. DINAMIKA KEPRIBADIAN
 Enerji, Tegangan, dan Kebutuhan
Enerji: muncul dari perbedaan tegangan antar sel atau antar region.
Tegangan: muncul akibat adanya kebutuhan.
Kebutuhan: mencakup pengertian motif, keinginan dan dorongan.
 Tindakan
Valensi: nilai region dari lingkungan psikologis pribadi. Valensi positif berisi obyek tujuan yang dapat mengurangi tegangan pribadi, misalnya bagi orang lapar region yang berisi makanan mempunyai valensi positif, begitupun sebaliknya.
Vektor: kekuatan yang mendorong gerak seseorang atau tingkah laku, cenderung membuatnya bergerak ke arah tertentu.
Lokomosi: perpindahan lingkaran pribadi. Lokomosi bisa berupa gerak fisik, atau perubahan fokus perhatian. Dalam kenyataan sebagian besar lokomosi yang sangat menarik psikolog berhubungan dengan perubahan fokus persepsi dan proses atensi.
 Event
Adalah hasil interaksi antara dua atau lebih fakta baik di daerah pribadi maupun di daerah lingkungan. Ada tiga prinsip yang menjadi prasyarat terjadinya suatu peristiwa; keterhubungan, kenyataan, dan kekinian.
 Konflik
Situasi di mana seseorang menerima kekuatan-kekuatan yang sama besar tetapi arahnya berlawanan.
Konflik Tipe 1: kalau hanya ada dua kekuatan berlawanan yang mengenai individu.
Konflik tipe 2: konflik yang kompleks bisa melibatkan lebih dari dua kekuatan.
Konflik tipe 3: konflik yang terbuka dengan ditandai sikap kemarahan, agresi, pemberontakan, atau sebaliknya penyerahan diri yang neurotik.
 Tingkat Realita
Konsep tingkat realita dari Lewin mengemukakan; realita berisi lokomosi actual, dan tak-realita berisi lokomosi imajinasi.
 Menstruktur Lingkungan
Oleh karena lingkungan psikologi mudah berubahah maka sifat dinamik dari gambaran kepribadian adalah dengan menstruktur lingkungan. Jadi untuk menggambarkan tingkah laku seseorang dalam satu hari saja mungkin dibutuhkan banyak gambaran beratus-ratus diagram.
 Mempertahankan Keseimbangan
Dalam system reduksi tegangan, tujuan dari proses psikologis adalah mempertahankan pribadi dalam keadaan seimbang. Menjadi seimbang bukan berarti hilangnya tegangan, tetapi memperoleh keseimbangan dari tegangan internal. Misalnya marah yang tidak dapat diekspresikan, diganti dengan kepuasan menghabiskan enerji fisik dengan kerja keras atau berolah raga.


C. PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
 Perubahan Tingkah laku
Merupakan variasi aktivitas, emosi, kebutuhan, hubungan sosial, dan sebagainya semakin banyak ketika orang menjadi semakin tambah usia. Tingkah laku itu menjadi semakin terorganisir, hirarkis, relistis, dan efektif
Organisasi: bertambahnya usia membuat orang semakin sadar pentingnya pengorganisasian. Yaitu berbuat sesuai dengan situasi yang terjadi.
Hirarkis: individu bertingkah laku itu melalui tahap-tahap perkembangan secara hirarkis.
Relistis: kemampuan untuk membedakan relitas dengan fantasi lebih meningkat seiring perkembangan usia.
Efektif: orang berusaha untuk memperoleh hasil maksimal dengan usaha yang minimal.
 Diferensiasi dan Integrasi
Diferensiasi: adalah peningkatan jumlah bagian-bagian dari keseluruhan atau peningkatan variasi tingkah laku, kebebasan bergerak yang dihubungkan dengan kemampuan untuk mengerjakan hal yang berbeda-beda.
Integrasi: koordinasi tingkahlaku untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
 Regresi
Adalah gerak mundur dalam proses perkembangan. Lewin menemukan dalam 2 macam:
Retrograsi: kembali ke bentuk tingkah laku lebih awal dalam sejarah kehidupan manusia.
Regresi: kembali ke bentuk tingkah laku yang lebih primitif, tidak peduli apakah pribadi pernag menlakukan hal itu.





DAFTAR PUSTAKA


Alwisol. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press, 2005.

Hall, Calvin S. Teori-Teori Holistik (Organismik Fenomenologis). Yogyakarta: Kanisius, 1993.

Suryabrata, Sumadi. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1982.

ads

Ditulis Oleh : Lukman Psikologi Hari: 19.16 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar