Selasa, 15 Februari 2011

Psikologi Remaja

1. Pengertian Remaja

Monks menjelaskan bahwa masa remaja adalah satu masa yang akan dilewati oleh setiap manusia, dan apda masa ini pula tedapat sejumlah tugas-tugas perkembangan yang akan dipenuhi. Remaja tidak mepunyai tempat yang jelas, dimana remaja tidak termasuk dalam golongan anak, namun tidak juga termasuk kedalam golongan orang dewasa atau tua. Dapat disimpulkan bahwa remaja posisinya berada diantara anak dan orang dewasa. Pada periode masa remaja, dalam individu mulai matang secara seksual. Kematangan seksual pada seorang anak perempuan ditandai dengan adanya menstruasi, dan pada anak laki-laki ditandai dengan terjadinya mimpi basah.

Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata Latin adolescere yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi deawsa, mencakup kematangan mental, emosional, social dan fisik.

Remaja merupakan periode transisi dimana anak mengalami perubahan secara fisik, mental dan emosi menjadi seseorang yang akil balik. Waktu transisi itu berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain dan berbeda pula antara individu yang satu dengan individu yang lainnya dalam konteks budaya tertentu (bee, 1994:253)

WHO pada tahun 1974 memberikan definisi tentang remaja sebagai berikut :

a. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.

b. Individu mengalami perkembangan psikologi, dan pola indentifikasi dari anak-anak menjadi dewasa.

c. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial, ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relative mandiri.

2. Tugas Perkembangan Remaja

Menurut Havighurst menjelaskan bahwa bagi usia 12-18 tahun tugas perkembangan pada remaja adalah :

· Perkembangan aspek-aspek biologis

· Menerima peranan dewasa berdasarkan pengaruh kebiasaan masyarakat sendiri.

· Mendapatkan kebebasan emosional dari orang tua dan atau orang dewasa yang lain.

· Mendapatkan pandangan hidup sendiri

· Merealisasi suatu indentitas sendiri dan dapat mengadakan partisipasi dalam kebudayaan pemuda sendiri.

3. Batasan Usia Remaja

Monks mengatakan bahwa secara global masa remaja berlangsung antara usia 12-21 tahun dengan pembagian usia sebagai berikut :

a. Masa remaja awal, usia 12-15 tahun

b. Masa remaja pertengahan, usia 15-18 tahun

c. Masa remaja akhir, usia 18-21 tahun

4. Perkembangan yang Terjadi pada Remaja

Beberapa perkembangan yang terjadi pada remaja, dimana merupakan suatu karakteristik yaitu sebagai berikut :

a. Perkembangan Seksualitas

Dalam perkembangan seksualitas pada masa remaja ditandai dengan berfungsinya adanya ragam kelamin primer dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder. Organ kelamin pada anak perempuan adalah rahim, saluran telur, vagina, bibir kemaluan, dan klitoris. Sedangkan tanda-tanda pada anak laki-laki adalah penis, testis prostate dan skrotum. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah tanda-tanda jasmaniah yang tidak langsung berhubungan dengan persetubuhan dan proses reproduksi, namun merupakan tanda-tanda yang khas pada wanita dank has pada laki-laki. Pertama kali yaitu rambut kemaluan (pada wanita meruapkan gambar segitiga dengan basis ke atas, pada laki-laki gambar segitiga dengan ujung ke atas dibawah pusat). Selanjutnya adalah bahu yang lebar pada anak laki-laki dan panggul yang melebar pada wanita. Kemudian pertumbuhan rambut pada wanita terbatas pada kepala, ketiak, dan sekitar alat kemaluan, sedangkan pada anak laki-laki masih terdapat pertumbuhan kumis, janggut, rambut pada kaki, kadang-kadang legan dan pada paha. Tanda-tanda kelamin sekunder yang penting bagi wanita adalah tumbuhnya payudara dan pada laki-laki sekunder yang penting bagi wanita adalah tumbuhnya payudara dan pada laki-laki timbulnya pergantian suara.

b. Perkembangan Fisik

Masa remaja merupakan masa yang terletak diantara dua masa rentang kehidupan individu, dimana terjadi pertumbuhan fisik yang sangat pesat. Dalam Hurlock mengatakan bahwa remaja akan mengalami perubahan tubuh yang bersifat.

1.Perubahan Eksternal

· Tinggi

Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi yang matang antara usia 17 tahun dan 18 tahun, dan rata-rata anak laki-laki kira-kira setahun sesudahnya.

· Berat

Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama dengan perubahan tinggi tetapi berat badan sekarang tersebar ke bagian-bagian tubuh yang tadinya hanya mengandung sedikit lemak atau tidak mengandung lemak sama sekali.

· Proporsi tubuh

Berbagai anggota tubuh lambat laun mencapai perbandingan tubuh yang baik.

· Organ Seks

Baik organ pria maupun organ wanita mencapai ukuran yang matang pada akhir masa remaja, tetapi fungsinya belum matang sampai beberapa tahun kemudian.

· Ciri-ciri seks sekunder

Ciri-ciri sekunder yang utama berada pada tingkat perkembangan yang matang pada akhir masa remaja.

2. Perubahan Internal

· Sistem Pencernaan. Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa, usus bertambah panjang dan bertambah besar, otot-otot di perut dan dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan lebih kuat, bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.

· Sistem Peredaran Darah. Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usia 17 tahun atau 18 tahun, beratnya dua belas kali berat pada waktu lahir. Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mencapai tingkat kematangan bilamana jantung sudah matang.

· Sistem Pernapasan. Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada usia 17 tahun anak laki-laki mencapai tingkat kematangan beberapa tahun kemudian.

· Sistem Endokrin. Kegiatan gonad yang meningkat pada masa puber menyebabkan ketidak seimbangan sementara dari seluruh sistem endokrin pada masa awal puber kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi, meskipun belum mencapai ukuran matang sampai akhir masa remaja atau awal masa dewasa.

· Jaringan Tubuh. Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia 18 tahun jaringan, selain tulang, terus berkembang sampai tulang mencapai ukuran matang, khususnya bagi perkembangan jaringan otot.

c. Perkembangan Kognitif

Ditinjau dari perkembangan kognitif piaget masa remaja telah mencapai tahap operational formal (kegiatan mental tentang berbagai gagasan). Remaja secara mental berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak. Dengan kata lain berpikir operasional formal lebih bersifat hipotesis dan abstrak. Serta sistematis dan ilmiah dalam memecahkan masalah daripada konkret.

d. Perkembangan Sosial

Pada masa remaja berkembang “social cognition”, yaitu kemampuan untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Remaja memahami orang lain sebagai individu yang unik, baik yang menyangkut sifat-sifat pribadi, minat nilai-nilai maupun perasaannya. Pemahaman ini mendorong remaja untuk menjalin hubungan sosial yang lebih akrab dengan mereka (terutama teman sebaya) baik melalui jalinan persahabatan maupun percintaan. Selain itu pada masa ini berkembang pula sikap “conformity”, yaitu kecenderungan untuk menyerah atau mengikuti opini, pendapat nilai, kebiasaan, kegemaran, atau keinginan orang lain. Perkembangan sikap ini dapat memberikan dampak positif dan negative pada pada dirinya. Remaja merasakan betapa besar pengaruh teman sebaya dalam kehidupan mereka sehari-hari, mulai cara berbicara, berpakaian, sampai tingkah laku. Mereka tidak hanya mengikuti apa yang diajarkan dan diarahkan oleh orang tua dirumah, tetapi juga memperhatikan dan mengikuti apa yang dilakukan oleh teman-teman sebaya. Dalam perkembangan sosial remaja juga dapat dilihat adanya dua macam gerak, yaitu memisahkan diri dari orang tua dan yang lain adalah menuju kearah teman-teman sebaya. Dua macam gerak ini tidak merupakan dua hal yang berurutan meskipun yang satu dapat terkait pada yang lain.

e. Perkembangan Moral

Pada masa ini muncul dorongan untuk melakukan perbuatan yang dapat dinilai baik oleh orang lain. Remaja berperilaku bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan fisiknya, tapi juga kebutuhan psikologi (rasa puas dengan adanya penerimaan dan penilaian positif dari orang lain tentang perbuatannya). Jika dikaitkan dengan teori perkembangan moral Kohlberg, maka remaja akan berada pada tahapan konvensional, yaitu berperilaku sesuai dengan tuntutan dan harapan kelompok serta loyalitas terhadap norma atau peraturan yang berlaku dan diyakininya.

ads

Ditulis Oleh : Lukman Psikologi Hari: 04.45 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar