Minggu, 06 Desember 2009

KEBERMAKNAAN HIDUP

A. Teori Konseptual
1. Definisi
Menurut Maslow, mengatakan bahwa meaning dilalui dari aktualisasi diri, individu yang termotivasi untuk mengetahui alasan atau maksud dari keberadaan dirinya. Ia juga mengatakan bahwa setiap individu memiliki dorongan untuk memenuhi kebutuhannya dari yang sederhana sampai kebutuhan kompleks. Aktualisasi diri adalah pencapaian suatu potensi terbesar dalam diri menjadi yang terbaik yang dapat dilakukannya, dan mencapai tujuan hidup dirinya.
Menurut Frankl, mengonsepkan meaning sebagai pengalaman dalam merespon tuntutan dalam kehidupan, menjelajahi dan meyakini adanya tugas unik dalam kehidupannya, dan membiarkan dirinya mengalami atau yakin pada keseluruhan meaning. Frankl yakin bahwa setiap individu memiliki kapasitas untuk melawan lingkungan luas yang sulit, menahan dorongan fisik maupun psikologis untuk masuk ke dalam dimensi baru dari eksistensi diri. Dimensi baru ini adalah hal-hal mengenai meaning, dan meliputi dorongan untuk menjadi signifikan dan bernilai dalam kehidupan.
Menurut Reker, personal meaning adalah memiliki tujuan hidup, memiliki arah, rasa memiliki kewajiban dan alasan untuk ada (eksis), identitas diri yang jelas dan kesadaran sosial yang tinggi.
Makna hidup menurut Frankl adalah kesadaran akan adanya suatu kesempatan atau kemungkinan yang dilatarbelakangi oleh realitas. Makna hidup adalah hal-hal yang oleh seseorang dipandang penting, dirasakan berharga, dan diyakini sebagai sesuatu yang besar serta dapat dijadikan tujuan hidup. Makna hidup juga memberikan nilai khusus bagi seseorang.
Sedangkan menurut Ponty makna hidup adalah sebagai hal yang membuka suatu arah. Implikasinya dianalogikan seperti warna yang tidak bias membuka arah bagi yang buta, yang tertutup dalam pelajaran kegelapan.
Lain lagi dengan pendapat Adler, mengatakan bahwa makna hidup merupakan suatu gaya hidup yang melekat, mendiami, dan menjadi ciri khas individu dalam melakukan interpretasi terhadap hidupnya. Adapun gaya hidup itu bersifat unik yang mana disebabkan karena perbedaan pola asuh setiap individu pada masa kanak-kanak.
Yalon berpendapat bahwa makna hidup (meaning of life) adalah suatu pemeriksaan mengenai alam dunia, mengenai hidup atau hidup manusia yang sesuai dengan pola-pola yang koheren. Ditambahkan bahwa pengertian tentang makna hidup mengandung tujuan hidup, yakni hal-hal yang perlu dicapai dan dipenuhi.
Bastaman menyatakan bahwa makna hidup merupakan suatu yang dianggap penting, benar dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Makna hidup bila berhasil ditemukan dan dipenuhi akan menyebabkan kehidupan ini dirasakan demikian berarti dan berharga. Pengertian mengenai makna hidup menunjukkan bahwa di dalamnya terkandung juga tujuan hidup, yakni hal-hal yang perlu dicapai dan dipenuhi. Makna hidup ini benar-benar terdapat dalam kehidupan itu sendiri, walaupun dalam kenyataannya tidak mudah ditemukan karena sering tersirat dan tersembunyi di dalamnya. Bila makna hidup ini berhasil ditemukan dan dipenuhi akan menyebabkan kehidupan dirasakan bermakna dan berharga yang pada gilirannya akan menimbulkan perasaan bahagia.
Menurut Victor Frankl, sebagaimana dikutip Bastaman bahwa hasrat yang paling mendasar dari setiap manusia adalah hasarat untuk hidup bermakna. Individu yang senantiasa merasakan hidup bermakna selalu bergairah dan optimis karena kehidupan yang dijalaninya dirasa berarti dan berguna. Sebaliknya bila individu yang merasa bahwa hidup yang dijalaninya tanpa tujuan hidup yang dikarenakan akan menjadikan dirinya tak terarah dan menjadi hampa, apatis, gersang, hal ini disebabkan bahwa dalam kehidupannya hasrat untuk hidup bermakna belum terpenuhi.
Menurut Ancok kebermaknaan hidup adalah sebuah kekuatan hidup manusia untuk memiliki sebuah komitmen kehidupan. Makna hidup ini bermula dari adanya sebuah visi kehidupan, harapan dalam hidup, dan adanya alas an mengapa seseorang harus tetap hidup. Makna hidup adalah hal-hal yang oleh seseorang dipandang penting, dirasakan berharga dan diyakini sebagai sesuatu yang benar serta dapat dijadikan tujuan hidup.

2. Teori-teori
Dalam skala kebermaknaan hidup ini, teori yang digunakan adalah teori Logoterapi yang dikemukan oleh Frankl.
Menurut Frankl logoterapi berasal dari kata logos berasal dari bahasa Yunani berarti makna. Logoterapi percaya bahwa perjuangan untuk menemukan makna hidup seseorang merupakan motivator utama orang tersebut. Logoterapi berusaha membuat pasien menyadari secara tanggung jawab dirinya memberinya kesempatan untuk memilih, untuk apa, atau kepada siapa dia merasa bertanggung jawab terhadap masyarakat, atau terhadap hati nalurinya sendiri.
Menurut Frankl logoterapi memiliki wawasan mengenai manusia yang berdasarkan tiga pilar filosofis yang satu dengan lainnya erat hubungannya dan saling menunjang yaitu:
a. Kebebasan berkehendak (freedom of will)
Dalam pandangan Logoterapi manusia adalah makhluk yang istimewa karena mempunyai kebebasan. Kebebasan di sini bukanlah kebebasan yang mutlak, tetapi kebebasan yang bertanggungjawab. Kebebasan manusia bukanlah kebebasan dari (freedom from) kondisi-kondisi biologis, psikologis dan sosiokultur tetapi lebih kepada untuk mengambil sikap (freedom to take a stand) atas kondisi-kondisi tersebut, kelebihan manusia yang lain adalah kemampuan untuk mengambil jarak (to detach) terhadap kondisi di luar dirinya, bahkan manusia juga mempunyai kemampuan-kemampuan mengambil jarak terhadap dirinya sendiri (self detachment). Kemampuan-kemampuan inilah yang kemudian membuat manusia disebut sebagai “the self deteming being” yang berarti manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan sendiri apa yang dianggap penting dalam hidupnya.

b. Kehendak hidup bermakna (The Will to Meaning)
Menurut Frankl, motivasi hidup manusia yang utama adalah mencari makna. Ini berbeda dengan dengan psikoanalisa yang memandang manusia adalah pencari kesenangan atau juga pandangan psikologi individual bahwa manusia adalah pencari kekuasaan. Menurut logoterapi bahwa kesenangan adalah efek dari pemenuhan makna, sedangkan kekuasaan merupakan prasyarat bagi pemenuhan makna itu. Mengenal makna itu sendiri menurut Frankl bersifat menarik (to pull) dan menawari (to offer) bukannya mendorong (to push). Karena sifatnya menarik itu maka individu termotivasi untuk memenuhinya agar ia menjadi individu yang bermkana dengan berbagai kegiatan yang sarat dengan makna.
c. Makna hidup (The Meaning Of Life)
Makna hidup adalah sesuatu yang dianggap penting, benar dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Untuk tujuan praktis makna hidup dianggap identik dengan tujuan hidup. Makna hidup bisa berbeda antara manusia satu dengan yang lainnya dan berbeda setiap hari, bahkan setiap jam. Karena itu, yang penting bukan makna hidup secara umum, melainkan makna khusus dari hidup seseorang pada suatu saat tertentu. Setiap manusia memiliki pekerjaan dan misi untuk menyelesaikan tugas khusus. Dalam kaitan dengan tugas tersebut dia bisa digantikan dan hidupnya tidak bisa diulang. Karena itu manusia memiliki tugas yang unik dan kesempatan unik untuk menyelesaikan tugasnya
3. Komponen-komponen kebermaknaan hidup
Kesadran akan pentingnya makna hidup manusia tidak muncul begitu saja, namun didukung oleh beberapa komponen. Bastaman mendeteksi adanya enam komponen yang menentukan berhasilnya perubahan hidup tidak bermakna menjadi bermakna, sebagai berikut:
1) Menjalani hidup dengan penuh semangat
Sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari dan pandangan terhadap kehidupan sendiri.
2) Memiliki tujuan hidup yang jelas
Munculnya suatu komitmen seseorang yang ditandai dengan semakin terikat dengan makna hidup yang ditemukan dan tujuan hidup yang telah dicapai.
3) Kemampuan merasakan kemajuan yang telah dicapai.
Upaya-upaya yang telah dilakukan secara sadar dan sengaja berupa pengembangan potensi-potensi pribadi (bakat, kemampuan, keterampilan) yang positif, serta pemanfaatan relasi antara pribadi untuk menunjang tercapainya makna dan tujuan hidup.
4) Adanya kepuasan terhadap aktivitas diri
Sikap dan pandangan terhadap aktivitas kehidupan dan upaya untuk mencapai tujuan hidup dan keinginan.
5) Adanya kretaivitas dan inovasi dalam hidup
Kreatif dapat diwujudkan dengan pelaksanaan aktivitasnya.
6) Mampu menghargai hidup
Sikap dan pandangannya terhadap kehidupan dan penilaian terhadap kehidupan.
7) Kemampuan menyadari makna hidup
Nilai-nilai penting dan sangat berarti bagi kehidupan pribadi seseorang yang berfungsi sebagai tujuan hidup yang harus dipenuhi dan pengarah kegiatan-kegiatannya.
8) Mampu mencintai dan dicintai
Mampu memberi dan menerima cinta.

B. Definisi Operasional
Komitmen organisasi adalah keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi, kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi, dan kepercayaan dan penerimaan yang kuat terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.


Daftar Pustaka:

Hanna Djumahana Bastaman, Meraih Hidup Bermakna, (Jakarta: Paramadina, 1996)

http://mitrariset.blogspot.com/2008/12/kebermaknaan-hidup-remaja.html. diakses 25 Mei 2009

http://ndewo.wordpress.com/2009/11/02/mkana-hidup/

http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/makna-hidup.html

ads

Ditulis Oleh : Lukman Psikologi Hari: 12.04 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar