Selasa, 05 Januari 2010

Desain Pemeriksaan Psikologi bagi Perusahaan Pengepakan Barang

1. Pembicaraan antara pihak user (manajemen) dengan tim psikolog
Sebelum dilaksanakannya pemeriksaan psikologi, perlu adanya kesapakatan antara pihak user (manajemen) dengan tim psikolog untuk menetapkan tujuan pemeriksaan dan aspek-aspek psikologi yang akan diperiksa. Dalam hal ini adalah bertujuan untuk seleksi karyawan perusahaan pengepakan barang. Kemudian pihak manajemen memberikan deskripsi tentang pekerjaan tersebut kepada tim psikolog untuk selanjutnya dicari aspek-aspek psikologis apa yang akan diperiksa.
Untuk menyeleksi seseorang yang cocok pekerjaan pengepakan barang maka dibutuhkan seorang yang memiliki beberapa kriteria untuk memegang jabatan karyawan ini. Misalnya: memiliki ketahanan fisik yang kuat yang berorientasi pada aktivitas pekerjaannya yaitu mengepak barang-barang, dengan kondisi di ruang kerja 16 m² dan mampu bekerjasama dengan baik terhadap rekan kerjanya yang lain, memiliki ketrampilan khusus dalam mengepak barang-barang secara tepat dan teliti, serta penyabar dan mampu bekerja dalam tekanan. Untuk pengetahuan dan kecerdasan hanya dibutuhkan orang yang memiliki tingkat kecerdasan rata-rata.
2. Penetapan alat ukur pemeriksaan psikologi (psikotes)
Setelah pihak manajemen memberikan deskripsi tentang pekerjann dan aspek-aspek apa saja hendak diperiksa dalam rangka optimalisasi SDM melalui asas the right man in the right place, maka tugas tim psikolog selanjutnya adalah menetapkan alat ukur pemeriksaan apa yang tepat atau cocok untuk digunakan. Dari contoh analisis jabatan di atas mungkin tim psikolog dapat menggunakan alat-alat tes sepert: (1) Tes kecekatan jemari yang bertujuan untuk mengukur bakat atau kemampuan khusus kecekatan jemari individu. (2) Tes kraepelin untuk mengukur kecepatan kerja, ketelitian kerja, keajegan kerja, dan ketahanan kerja yang sangat dibutuhkan untuk profesi ini. (3) Tes apersepsi pekerjaan untuk mengungkap kepribadian individu bersama (4) Tes kecenderungan kepribadian, juga (5) Tes proyektif, yang mana untuk mencari individu yang memiliki kepribadian mampu bekerja dalam tekanan, mampu bekerjasama dengan rekan kerjanya yang lain, serta mampu bertahan / tidak mudah menyerah dalam kerjanya.
3. Persiapan oleh tim psikolog (briefing kepada seluruh anggota tim, menyiapkan materi tes, dsb.)
Persiapan amatlah penting dalam proses pemeriksaan psikologi secara formal untuk menghindari kesalahan-kesalahan baik yang bersumber dari tim psikolog, calon karyawan, maupun situasi lingkungan, sehingga dapat diperoleh data yang obyektif. Tim psikolog harus mempersiapkan materi tes, suasana rungan, dan fasilitas yang memadai untuk tes. Untuk wawancara dibutuhkan persiapan mengenai pertanyaan yang akan ditanyakan, dan bagaimana mereka menilai para calon.
4. Pelaksanaan.
Dalam pelaksanaan tes sampai dengan hasil yang diperoleh untuk pihak manajemen, ada beberapa langkah yang dilalui yaitu:
o Tes secara klasikal: yaitu tes melalui alat-alat pemeriksaan psikologi yang telah dipersiapkan sebelumnya.
o Wawancara individual: untuk memperoleh informasi yang tepat dari para calon yang berterus terang dalam menjawabnya.
o Pengolahan data (koreksi, pembuatan norma kelompok, dsb.): dengan menyusun spesifikasi tentang masing-masing pribadi individu.
o Penulisan laporan oleh psikolog: setelah data diperoleh maka langkah selanjutnya adalah menuliskan laporan tentang masing-masing individu.
o Second opinion dari psikolog lain: sebagai pertimbangan maka dibutuhkan opini dari psikolog lain untuk meyakinkan kembali tentang data para calon karyawan.
o Penulisan laporan final: setelah yakin baru langkah selanjutnya adalah penulisan laporan final yang akhirnya untuk dilaporkan pada [ihak manajemen.
o Penyerahan laporan kepada user (normal: 14 hari kerja setelah tanggal pelaksanaannya).

Daftar Pustaka:
Alsa, Asmadi, dkk. Informasi Tes. Jogjakarta: Fakultas Psikologi UGM, tth.
Munandar, Ashar Sunyoto. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia, 2001.
Redmond, Robert. S. Cara Merekrut Manajer Yang Baik. Jakarta: Bumi Aksara, 1997.
Stevens, Michael. Berhasil Dalam Wawancara. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996.
Suharno, R. Testologi Pengantar. Jakarta: Bumi Aksara, 1984.

ads

Ditulis Oleh : Lukman Psikologi Hari: 20.14 Kategori:

2 komentar: